Sinergi Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Penulis: ALLI NURDIN Koordinator Bidang Kolaborasi, Metro Kita Center (MKC)

Indonesia adalah salah satu negara anggota perserikatan bangsa bangsa atau PBB yang mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan sebagai pembangunan global hingga tahun 2030. SDGs merupakan sistem pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari 17 tujuan dan 169 target diantaranya pengentasan kemiskinan, meniadakan kelaparan, dan kesetaraan gender.

Di awal tahun 2020 proses pelaksanaan SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia mengalamani hambatan karena Covid-19, kedepan pemerintah harapkan kerjasama multilateral pasca pandemi. Indonesia atas arahan Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet pada 23 Desember tahun 2015 lalu, segera melaksanakan berbagai persiapan untuk implementasi SDGs salah satunya melalui pembuatan Peraturan Presiden tentang pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan, selain itu pemerintah juga membentuk tim koordinasi nasional tujuan pembangunan berkelanjutan atau TPB yang diketuai langsung oleh Presiden. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) pun ditunjuk sebagai Lembaga yang mengawal langsung pelaksanaan TPB di Indonesia.

SDGs merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan yaitu (1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13) Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Komitmen pemerintah dalam upaya mencapai 17 tujuan dengan 169 target pencapaian dalam SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan bukan satu-satunya yang dibutuhkan, stakeholder lain di luar pemerintahan juga dibutuhkan untuk mewujudkan program ini. Para stakeholder ini adalah filantropi atau pelaku usaha, akademisi dan organisasi masyarakat sipil, Kerjasama ini dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik pada akhir masa SDGs di 2030 nanti.

Saat ini konsep kota berkelanjutan telah bertransformasi sesuai dengan perkembangan zaman, perubahan lingkungan, dan fenomena-fenomena global yang terjadi. Istilah Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan) yang mengakar dari gagasan Brundtland seperti sudah pantas untuk ditinjau dan diperbaharui dengan kondisi kota-kota dunia terkini. Seperti di masa pandemi saat ini yang memaksa warga kota untuk menerima sebuah kelaziman baru (new normal) dalam semua sektor kehidupan. Para birokrat, akademisi, praktisi, perencana dan pelaku industri pun mau tidak mau dituntut untuk memperbaharui pemahaman dan wawasan mereka terhadap isu dan tantangan untuk pembangunan berkelanjutan dalam kondisi perkotaan.

Menyikapi hal ini Metro Kita Center (MKC) sebagai salah satu lembaga di kota Metro pada awal pandemi 2020 tepatnya di bulan Juni dan Juli telah berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat tentang program SDGs dengan mengadakan Online Course “Sustainable City (Kota Berkelanjutan)” dengan konsep kajian dan strategi yang disesuaikan di masa pandemi saat ini. Metro Kita Center akan terus berperan aktif dalam mendukung terlaksananya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini